728x90 AdSpace

Info Terkini
loading...
Tuesday, 26 July 2016

Lingkungan anti tikus

Tikus ada dimana-mana, kalau lingkungan rumah kita tidak beres. Kebanyakan rumah di masyarakat kita memang cukup ideal bagi tikus untuk menetap, berpacaran, dan beranak pinak. Bisakah kita menumpas tikus yang sudah beranak pinak di rumah kita?


Kalau yang diartikan sebagai pembasmian itu menumpas semua tikus yang ada, menurut pengalaman, itu mustahil! Apalagi kalau rumah itu memang ideal bagi tikus. Yang dapat dilakukan ialah mengendalikan jumlahnya sampai tingkat populasi tertentu yang tidak mengganggu.

Pengendalian ini sebaiknya dilakukan secara terpadu, antara pengendalian secara biologis (dengan kucing), kimia (dengan racun kimia), fisik (perangkap dan lem tikus), dan sanitasi lingkungan (penjagaan kbersihan) rumah.

Walaupun kadang kucing kita tidak mau menyerang tikus, kehadirannya dalam rumah dan pekarangan membuat tikus-tikus baru tidak jadi mendekat.

Di antara racun tikus yang dapat kita beli di pasar, ada yang makin lama makin canggih. Sebaiknya, memilih umpan yang baunya merangsang tikus untuk datang dan memakannya, padahal bahan itu mematikan. Tetapi, kucing dan racun tidak akan efektif  kalau kebersihan lingkungan sekitar rumah tidak dijaga terus-menerus.

Sampah yang ditumpuk sembarangan, sangat disukai oleh tikus. Sebaiknya itu segera dibuang ke tempat sampah. Tetapi kalau ada barang yang akan disimpan, sebaiknya disimpan di tempat yang bebas tikus seperti tong plastik  yang bertutup rapat.

Usaha sanitasi lingkungan juga termasuk penyimpanan makanan kita sendiri. Makanan mutlak perlu disimpan dalam lemari, dan tidak dibiarkan di atas meja. Sampah dan sisa makanan merupakan benda-benda yang menarik kedatangan tikus.

Barang-barang bekas yang ditumpuk , juga perlu dibenahi, jangan sampai letaknya berantakan sampsi dapat dijadikan sarang tikus. Sarang tikus biasanya  juga dibangun di ruangan antara lemari dan dinding juga di bawah lemari. Harus ada jarak antara lemari dan dinding dan diberi kapur barus.

Lemari yang jarang dibuka, sebaiknya juga diinspeksi secara berkala, dan diberi kapur barus, minimal sebulan sekali. Baunya yang menyengat tidak disukai oleh tikus calon penghuni dan pembuat sarang dalam lemari.(NA)
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Lingkungan anti tikus Rating: 5 Reviewed By: Warta Terbeken
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...