728x90 AdSpace

Info Terkini
loading...
Saturday, 23 July 2016

Mitos Dan Fakta Dalam Sebuah Negosiasi Gaji

Ketika Anda mendapatkan sebuah kesempatan dalam wawancara kerja, jangan lupakan satu hal untuk melengkapi tawaran yang sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.


Saat meraih pekerjaan marketing yang selama ini didambakan tentunya merupakan suatu hal yang menyenangkan bukan? Jangan terlena dengan dengan harapan yang Anda bayangkan, pastikan dahulu bahwa imbalan yang akan diperoleh sudah sesuai dengan keahlian Anda.

Kebanyakan marketing melupakan hal ini, dan patut digaris bawahi bahwa beberapa mitos dan fakta yang diperoleh dapat membantu Anda dalam melakukan negosiasi gaji.

  • Siapa bilang bahwa “lamaran tidak akan diterima jika tidak mencantumkan gaji yang dikendaki?” Fakta yang menyebutkan bahwa dalam sebuah iklan lowongan kerja terkadang meminta untuk menyertakan gaji yang dikehendaki. Bila Anda memenuhi persyaratan dan standar marketing mereka, besaran gaji tidak menjadi parameter yang penting!
  • Sebuah mitos mengatakan “tidak ada pengecualian”. Tetapi fakta yang diperoleh bahwa perusahaan tetap dapat membuat pengecualian dalam hal gaji maupun peraturan tertentu. Jika Anda seorang marketing yang baik dan pantas direkrut, sudah seharusnya menerima pengecualian tersebut.
  • Mitos mengatakan bahwa “penerima kerja tidak suka bernegosiasi masalah gaji”. Fakta yang ada saat ini bahwa sebagian besar dari mereka akan menyukai marketing yang dinilai lebih berusaha memperjuangkan gaji yang ditawarkan.
  • Mitos kuno yang mengatakan bahwa “gaji terdahulu merupakan gaji masa mendatang”. Fakta yang menentang mitos ini sangat kuat, tunjukkan gaji terdahulu meski Anda memiliki gaji rendah sebelumnya. Anda berhak mendapatkan secara lebih karena dengan semakin lama Anda bergelut didalam dunia marketing maka keahlian Anda akan semakin membaik. Tunjukkan keahlian, bakat, dan kemampuan bekerjasama sebagai seorang marketing.
  • Lakukan negosiasi dengan gaji yang lebih tinggi”, mitos apa ini? Banyak fakta yang membuktikan bahwa bukan gaji yang menjadi unsur utama, pikirkan tunjangan, bonus, perbaikan kualitas hidup, dan peningkatan keahlian. Apakah mereka bisa memberikan yang lebih baik dari pekerjaan Anda saat ini?
  • Gaji saya tetap, tidak berubah sedikitpun”, mitos konyol yang masih disimpan banyak marketing saat ini! Fakta yang bisa Anda ikuti bahwa gaji bisa dinegosiasikan kembali. Kalau tidak bisa dinaikkan mungkin Anda bisa meminta tambahan bonus atau tunjangan, sehingga mampu mengimbangi pengeluaran. Ingatlah bahwa Anda adalah seorang marketing yang merupakan ujung tanduk sebuah perusahaan.
  • Sebagian marketing masih melakukan mitos yang satu ini “Ambil tawaran pertama dan bersyukurlah”. Fakta yang diperoleh dari sebagian marketing lainnya bahwa Anda harus mampu melakukan negosiasi dalam hal penawaran yang diberikan. Perusahaan pada umumnya menawarkan gaji yang rendah selanjutnya baru dinegosiasikan.
  • Langsung saja saya ambil penawaran mereka” sebuah mitos yang tidak perlu Anda ikuti! Fakta yang diperoleh bahwa mereka tidak akan menerima orang lain sebelum mendapatkan jawaban dan kepastian dari Anda, mintalah waktu 24 jam pada mereka untuk difikirkan kembali.
  • Ada mitos yang mengatakan “Jangan terlalu lama berfikir, kesempatannya bisa diambil orang lain”. Marketing yang menerima tawaran fasilitas dan gaji lebih tinggi sering merasa waswas dan langsung menerima penawaran tersebut. Beberapa fakta yang diperoleh bahwa jika perusahaan tersebut benar-benar menyukai Anda, mereka bersedia membayar lebih tinggi dari orang lain.
Jadi sebenarnya perusahaan tidak memberikan tawaran pertama yang bersifat final, Anda bisa membuat sebuah negosiasi yang menguntungkan didalamnya.

Sumber : kaget.net
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Mitos Dan Fakta Dalam Sebuah Negosiasi Gaji Rating: 5 Reviewed By: Warta Terbeken
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...